Minggu, 22 Mei 2011

Format lap. Prak PT

Silakan Download

Hibridisasi

Karakterisasi

Kerjakan dengan benar, oke!

Jumat, 29 April 2011

“TANGISAN BUMI” SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?

“TANGISAN BUMI” SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB?

Oleh: Ronny Pamuji_FP_AGROEKOTEKNOLOGI_2009_0910480144

Keadaan bumi yang semakin memburuk seiring dengan kehidupan manusia yang terus meningkat, menyebabkan semua aspek kebutuhan manusia harus terpenuhi, sifat manusia yang tidak mudah puas menambah derita bumi ini untuk memenuhi semua kebutuhan manusia. Bumi tidak lagi hijau, sungai keruh, hutan gundul. Bumi sedang rapuh dengan tangisannya, dengan penyakitnya, dengan apa yang kita perbuat olehnya. Berjuta luka yang kita perbuat terus menggrogoti bumi menimbulkan komplikasi penyakit kronis “Global Warming”.

Segala aspek Global Warming yang menjadi isu kerusakan lingkungan terkini, terus mengalami sorotan dari berbagai kalangan. Semua gempar akan pemanasan global, efek rumah kaca, kebakaran hutan, ilegallogging, namun mereka hanya gempar dan bersuara. Solusi disuarakan semua mengerti harus melakukan apa, tetapi semua menunggu, hanya menunggu dan saling menunggu. Apakah bumi akan terus menunggu? Tidak, bumi tidak menunggu, bumi terus menangis dan semakin menjerit.

Berbagai kegiatan manusia semua dari bumi dan akan kembali ke bumi. Kegiatan – kegiatan itu cenderung mengeklporasi bumi atau bahkan bisa dikatakan memperkosa bumi. Industri pertambangan merupakan tersangka utama yang bisa dikatakan sebagai pemerkosa bumi. Industri pertambangan sangat bervariasi dan bersebaran di berbagai penjuru negara, tidak hanya daratan yang mengalami penderitaan lautanpun demikian. Pengeboran secara besar-besaran dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi, proses pertambangan ini mengkonsumsi banyak energi dan menghasilkan berbagai jenis limbah. Limbah yang dihasilkan sangat beragam mulai limbah gas, padat dan cair. Limbah dari industri pertambangan memberi efek negatif bagi lingkungan.

Banyaknya gas-gas rumah kaca seperti uap air, karbondioksida (CO2), metana (CH4), ozon (O3), dinitrogen oksida (N2O), dan chlorofluorocarbon (CFC) yang dihasilkan oleh letusan gunung merapi,bahan bakar fosil, kendaraan bermotor,pemakaian pupuk kimia, cerobong pabrik, pembakaran hutan dan peralatan rumah tangga seperti kulkas, AC, dan obat semprot aerosol yang menghuni atmosfer dan terus melambung sehingga menghambat pantulan cahaya matahari yang seharusnya bisa menembus keluar dari atmosfer bumi, cahaya dan panas matahari tertahan dan akhirnya bumi panas. Limbah padat dan limbah cair yang dihasilkan oleh banyak pertambangan selama ini dibuang disungai, laut bahkan di daerah padat pemukiman.

Indonesia juga menjadi kontributor pemanasan global karena pengundulan hutan, eksplorasi pertambangan dan lontaran emisi karbondioksida. Kebakaran hutan misalnya, telah mengakibatkan negara-negara tetangga terkena dampaknya. Fakta-fakta pemanasan global di Indonesia:
1. Indonesia saat ini disinyalir terjadi pemanasan global yang mencapai 6,3-6,5oC
2. Pada 2050 diprediksi Indonesia akan mencapai pemanasan 20oC sehingga sebagian pulau-pulau akan tenggelam karena kutub utara akan mencair. Diasumsikan jika kutub utara akan mencair, maka air laut akan mencapai tujuh meter, maka jakarta akan habis.
3. Penelitian dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, Februari 2007 merupakan periode dengan intensitas curah hujan tertinggi selama 30 tahun terakhir di Indonesia. Hal ini menandakan perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global

Menyembuhkan luka dan meghentikan tangisan bumi atas derita yang dialami sangatlah sulit dan bahkan bisa dikatakan tidak ada obat ataupun terapi yang bisa menyembuhkannya. Namun sebelum terlambat kita harus bergerak mulai sekarang, kita harus bertanggung jawab. Mengahapus air mata bumi dengan diawali hal kecil secara sederhana dengan pola hidup tidah lebihan.

Mulai dari diri sendiri, kesederhanaan akan terwujud dengan hemat listrik karena sebagian besar pembangkit listrik mengeluarkan emisi CO2 bahkan menyumbangkan 40% dari gas efek rumah kaca. Mulai dari hal kecil saja seperti, mengganti rice cooker dengan masak di tungku, mencuci pakaian tak perlu mesin cuci cukup manual saja. Hemat menggunakan bahan bakar fosil. Kurangi penggunaan kendaraan bermotor, lebih baik jalan kaki dan naik sepeda tidak perlu mobil dan motor. Kurangi pemakaian CFC dari parfum/ pengharum ruangan gantilah dengan menanam bunga untuk menciptakan kesejukan dan kesegaran.

Cukup sudah bumi ini menangis, menjerit, merintih. Sayangi alam dengan kesederhanaan seperti halnya kita menyayangi diri kita sendiri, karena kelestarian bumi tanggung jawab kita bersama.

Senin, 21 Maret 2011

Materi PPI Pemuliaan Tanaman

Untuk melanjutkan materi praktikum pemuliaan tanaman minggu ini_ praktikan diharapkan mempelajari materi karakterisasi padi dan jagung sesuai Panduan Pengujian Individu (PPI).
untuk praktikum minggu ini insyaAllah akan diisi oleh dosen.
oleh karena itu pelajarai karakterisasi Kuantitatif dan Kualitatif
Unutk PPI Padi dan PPI Jagung silakan Download Disini_

Jumat, 18 Maret 2011

BIA Goes To Brawijaya 2011


Djarum Black Innovation Award Goes To Campus hadir di Universitas Brawijaya, Malang pada Kamis (17/03) kemarin. Roadshow yang dilakukan BIA yang sebelumnya telah mengunjungi Universitas Warmadewa, Bali telah kembali lagi ke pulau Jawa. Roadshow yang bertujuan untuk menularkan dan memberikan pemahaman kepada anak-anak muda bangsa untuk terus berinovasi. Tentunya acara ini dapat merangsang ide-ide kreatif serta inovatif para mahasiswa/i Universitas Brawijaya.
Roadshow BIA di Universitas Brawijaya yang menampilkan beberapa barang-barang finalis BIA, tiap standnya tidak pernah sepi dikunjungi oleh para mahasiswa yang penasaran, bahkan bertanya-tanya seputar karya-karya finalis BIA tersebut. Lalu bukan hanya itu pada bagian dalam gedung Widyaloka tempat akan diselengarakannya talkshow, terdapat juga permainan-permainan inovatif khas BIA. Serta tidak ketinggalan permainan interaktif BIA yang unik yaitu Innovation Room.

Seminar yang digelar pastinya menghadirkan narasumber-narasumber yang luar biasa dan inspiratif. Seperti Budiono Darsono, Pemimpin Redaksi situs Detik.com yang memberikan pengalamannya dalam mendirikan situs berita terkenal di Indonesia. Bapak dua orang anak ini berbagi cerita-cerita yang memotivasi para mahasiswa Brawijaya untuk berani melakukan inovasi walaupun itu terlihat kecil. Serta memberikan tips-tips dan langkah-langkah yang ia lakukan dalam mencapai sukses itu.
Lalu seminar dilanjutkan dengan penampilan dari si cantik Lala Karmila yang membawakan lagu-lagu andalannya dan lagu dari album terbarunya. Lala yang seorang artis muda pendatang baru di dunia industri musik ini merupakan seorang gadis yang kreatif dan penuh dengan inovasi dalam lagu-lagu ciptaannya. setelah itu ditutup oleh D'cinnamons yang membawakn 5 lagu.

Senin, 14 Maret 2011

Modul Praktikum Pemuliaan Tanaman 2011

Praktikum pemuliaan tanaman merupakan suatu kegiatan akademik dimana,,menjadi salah satu penunjang matakuliah pemuliaan tanaman dengan total 3 SKS, 2 SKS kuliah dan 1 SKS untuk praktikum,Praktikum pemuliaan tanaman memberi kontribusi sebesar 35% dari total nilai,untuk itu modul pemuliaan tanaman diperlukan demi memudahkan dalam pelaksanaan praktikum,,

Modul pemuliaan tanaman dapat di download disini

Modul Pemultan

Kamis, 20 Januari 2011

Pupuk Hayati Mikoriza "Bio-Mikron"

Pupuk mikoriza merupakan pupuk hayati yang berasal dari jamur mikoriza dengan fungsi utama penambah unsur P.
Mikoriza yang didapat setelah melalui proses perhitungan adalah sebanyak 35 mikoriza per 50 g tanah. Tanah tersebut kemudian dibagi menjadi 3 oleh kelompok kami dan selanjutnya dilakukan Uji Perkecambahan. Tahan selanjutnya adalah pengemasan dan pelabelan.
Pupuk hayati Mikoriza yang dibuat memiliki manfaat:
1. Meningkatkan kesuburan tanah
2. Memperbaiki struktur dan karakteristik tanah
3. Meningkatkan kapasitas jerap air tanah
4. Meningkatkan aktivitas mikroba tanah
5. Meningkatkan kualitas hasil panen (rasa, nilai gizi, dan jumlah panen)
6. Menyediakan vitamin bagi tanaman
7. Menekan pertumbuhan/serangan penyakit tanaman
8. Meningkatkan retensi/ketersediaan hara di dalam tanaman
9. Menambah unsur N,P,K (Nuraini, 2010).


Selasa, 04 Januari 2011

Nilai UAP EKOPER

ujian Akhir Praktikum Ekoper merupakan
ujian yang mempunyai nilai paling besar
dalam menentukakn nilai Akhir Praktikum

Ujian Akhir praktikum telah dilaksanankan
dengan tertib dan insyaAllah nilainya sudah lumayan baik..

Nilai UAP EKOPER dari anak2Q dapat dilihat
Di sini

Semoga memuaskan..
terimah kasih..